Blog EntryCinta Tak BersuaJul 12, '07 8:15 AM
for everyone
Sarif merasa dirinya bagai seekor tikus di tembok dunia. Kepulangannya ke Indonesia itu tak ubahnya penjara yang membuat hidupnya terluka. Ia tak kuat lagi menatap jauh ke depan menembus cita dan asa.

Tak hanya karena berpisah dengan sahabat seperjuangan di Kairo sana, tapi juga harus meninggalkan gadis pujaan hatinya. Yang selama ini dirasakan sebagai penyemangat bagi hidup dan kehidupan. Ia adalah sosok penghibur di saat Sarif  futur dan ia mampu tampil sebagai penyemangat ketika kemalasan mendekat.
 
Gemersik daun, kicau burung dan desir angin yang seharusnya menciptakan kesejukan dan kedamaian di kampungnya, kini dirasakan sebagai sesuatu yang justru mendorong untuk cepat-cepat meninggalkan kampung halaman.

Pada awalnya memang ia berkeinginan untuk melanjutkan studi tingkat Magister di Kairo. Namun setelah berpikir bahwa saat ini daerahnya sangat membutuhkan kehadiran dan peran dirinya, ia pun memutuskan untuk tidak kembali lagi ke Kairo.

Dengan langkah gontai dan penuh rasa sedih pagi itu Sarif meninggalkan rumah. Ia nekad untuk pergi menemui sahabat dekatnya. Sosok saudara  yang dirasa mampu tampil sebagai orang tua sekaligus ustadz. Butiran-butiran pasir lembut yang tersebar sepanjang perjalanan seolah menjadi saksi atas kepedihan hatinya. Wajah-wajah mungil berjilbab siswi SDIT  yang ia lihat di dekat rumahnya seakan berubah menjadi ribuan onak dan duri yang menusuki sanubari.

Sarif bingung. Seakan ia  tak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi pada dirinya. Setelah terdiam beberapa saat, Abu—sahabat satu liqo’nya—berkata, “Sudahlah jangan menangis. Tak ada gunanya susah itu, sahabatku. Semua itu pasti akan berlalu. Duduklah bersamaku di atas bukit itu . Kita bicara. Siapa tahu aku bias membantumu.”

Sarif hanya pasrah ketika Abu menggandeng tangannya dan mengajak duduk  di atas bukit yang udaranya terkenal sejuk. Oleh penduduk bukit itu dinamakan bukit Makukuhan. Karena di tempat itulah ustadz Kukuh Sulisman sering mengadakan ta’lim dan pengajian. Tiap malam jum’at  bukit itu penuh dengan para jamaah yang haus akan tausiyah dan tadzkirahnya.

Kini di atas bukit itu Sarif dan Abu duduk berdampingan. Keduanya terlihat sangat akrab. Konsep ukhuwah islamiah (persaudaraan seiman) yang mereka terima dari ustadz Kukuh benar-benar terpatri dalam dada. Ya, keduanya adalah saudara seiman, seakidah dan seperjuangan.

Setelah Abu membuka pembicaraan, Sarif mulai bercerita tentang kondisi kejiwaannya. Ia tak malu lagi untuk mengisahkan kesedihan yang sudah lama mengendap di hati. “Aku tak mengira kalau Aku akan berpisah dengan gadis itu.” Ujar Sarif dengan nada sedih. Air mata yang sudah tak tertahan mulai membasahi pipinya. Sambil terisak Sarif terus menceritakan kisah cintanya di Negeri Musa. Cinta yang selama ini hanya mampu ia pendam dalam dada. Namun tak disangka harus berakhir gara-gara kepulangannya ke Indonesia. (Bersambung)


 


 

12 CommentsChronological   Reverse   Threaded
n4il4 wrote on Jul 12, '07
Sudah lama gak keliatan nongol di MP sejak pulang ke Indo ya. Lagi bikin cersam atau ini kisah nyata nih, akhi ? Kalo kisah nyata, ayo cepat segera nikahi gadis itu :) Semoga terbentuk keluarga Samara ya :)
rieff02 wrote on Jul 12, '07
Hmmm...jadi begitu Kuh kondisimu saat ini...Yah aku maklumilah...Ala kulli hal, jangan lupa dengan Kairo kalau sdh di Maroko. Lain kali izin yah kalau makai nama orang :P...Miss U Amu.
alghozi wrote on Jul 12, '07
wahhh... bersambung.. :(
rinrinjamrianti wrote on Jul 13, '07
ditunggu sambungannya.... *penasaran dot com*
yudimuslim wrote on Jul 13, '07
ehem..
nice story..
sepertinya akan ada ayat2 cinta ke dua nich..:D
fitriani23 wrote on Jul 13, '07
waiting for next story..^_^
caksafa wrote on Jul 13, '07
denger2 lulus ke Maroko mas...jadi bener neh meninggalkan bumi pertiwi kedua? love you
murnii wrote on Jul 13, '07
duh....kacian ya si sarif, merana gara2 cinta pada seorang wanita.
sepertinya ini kisah nyata ya? gmn kabar Temanggung. Sudah sukses dakwah thulabiyahnya?
abunasr wrote on Jul 16, '07
murnii said
duh....kacian ya si sarif, merana gara2 cinta pada seorang wanita.
sepertinya ini kisah nyata ya? gmn kabar Temanggung. Sudah sukses dakwah thulabiyahnya?
doakan mbak, sudah mulai. semoga sukses.
zuh86 wrote on Sep 8, '07
salam. lama ga nongol. wah nih syarif atau abu nya nih? sekarang di maan akhi? udah lulus ya dari kairo.
sespi wrote on Jul 31
Happy ending insyaAllah
abunasr wrote on Aug 3
ya makaseh atas dukunganmya!
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.