Perkembangan Islam di Eropa selalu saja menarik untuk diperhatikan. Hari demi hari sikap sebagian masyarakat Eropa terhadap Islam sangat beragam. Rasulullah dan Al Qur'an sering menjadi obyek pelampiasan kemarahan dan kebencian mereka. Tapi anehnya berbagai usaha yang dilakukan untuk membendung perkembangan Islam justru malah menjadikan Islam semakin diminati.  

 

Kantor berita Antara pada 10/2/2007 memberitakan bahwa sebuah majalah mahasiswa Universitas Cambridge yang menerbitkan kembali salah satu kartun Nabi Muhammad yang pernah memicu protes seluruh dunia, tidak akan diperiksa. Namun, pihak universitas terkemuka itu mengemukakan, mahasiswa yang menerbitkan kartun itu di Clareification, majalah perguruan tinggi Clare College, sedang mereka tanyai dan dapat diberi sanksi.


Kartun itu tampil di artikel "yang mirip pekan ini", di sebelah gambar seorang mahasiswa. Clare College, yang berdiri tahun 1326, menyebut gambar itu "menjijikan" dan menekankan bahwa mereka adalah "perguruan tinggi yang terbuka dan inklusif".


Koran mahasiswa, Varsity, menulis kartun tersebut memprovokasi "amarah" dan"kemarahan besar" di universitas tersebut. Cambridge yang terletak di Inggris timur, selalu berada di 10 besar universitas terbaik sedunia, dan punya 25 ribu mahasiswa, sebagian berasal dari luar Inggris.


Pekan lalu, Abdul Saleem, seorang muslim Inggris, dinyatakan bersalah di pengadilan London karena menghasut kebencian ras saat memprotes kartun-kartun yang muncul di salah satu harian di Denmark pada tahun 2005.

 

Sumber di sini

 


10 CommentsChronological   Reverse   Threaded
abelned wrote on Feb 16, '07
ada2 aja nih orang2...
rikyyonathan wrote on Feb 16, '07
orang2 nih ada2 aja
Comment deleted at the request of the thread owner.
Comment deleted at the request of the thread owner.
abelned wrote on Feb 16, '07
ho oh..
azmur wrote on Feb 16, '07
kurang kerjaan kali mereka dan kurang asam. mau nya mereka umat islam ini tdk ada di dunia, krena merka buta mata hati dan muta segalanyan. Dunia syurga mereka
abelned wrote on Feb 16, '07
gpp Mbak, Mereka buka aib mereka sendiri kok...
malah ini yang buat Islam makin dikenal baik.
InshaAllah, asal disikapi dengan lillahita'ala. Gak pakai kekerasan...
abunasr wrote on Feb 16, '07
abelned said
gpp Mbak, Mereka buka aib mereka sendiri kok...
malah ini yang buat Islam makin dikenal baik.
InshaAllah, asal disikapi dengan lillahita'ala. Gak pakai kekerasan...
ya, semakin ditekan akan semakin menarik perhatian
latifabdul wrote on Feb 16, '07
Sdr Abu..semanjak Rasul mulai diberi tugas untuk berdakwah, semenjak itu lah mulai orang2 yang tidak mengerti agama ALLAH menghina, mengejek ngejek, dan bahkan melemparkan tahi unta kepada muka Rasul..

Bagaimana Rasul merespond tindakan2 orang jahiliah ini?
Rasul menghundar, bersabar dan sambil berdoa..kepada ALLAH agar orang 2 itu diberi pentunjuk.

Bagaimana tindakan sahabat2 Rasul..semua ingin membalas, perbutan setan dengan perbutan setan pula..inilah manusia pada umumnya.

Bagaimana nasehat Rasul kepada Sahabat2 yang ingin membalas perbutan buruk dengan buruk pula?

Rasul bernasehat..kalau kamu perbutan kamu sama dengan perbutan mereka yang buruk itu,apa bedanya kamu yang sudah beriman dengan mereka yang belum tahu agama?

Sahabat2 Rasul terdiam..dan semua mengikuti sunnah Rasul.
Demikianlah sdr Abu,kalau kita mengikuti sunnah Rsaul yang canti danindah itu,maka tidak akan terjadi peperangan,..

Sayangnya pemuda2 islam yang bernafsu keras(radikal) tidaklagi memperhatikan nasehat2 Rasul ini, sehingga nama agama ALLAH tercemar buruk, tidak tolerensi dan diskriminasi.

Mari kita sebarkan kasih sayang kepada umat manusia,mari kita ajak2 kawan2 kita yang keras itu untuk berlembut hati dan sabar..sabar..

Kecuali mereka memerangi kita dan mengusir kita,barulah kita mempertahankan diri. Selagi sebatas korton, media cetak..tidak perlu dihiraukan sekali dengan membakar dan bertindak kasar.

Love you neighbor as you love yourself..love all people even though your enemy.
Wassalam
abunasr wrote on Feb 18, '07
terimakasih atas masukannya pak Latif.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.